![]()
14 Agt 2012 | Teks oleh Putri
Carmall.com menghubungi empat narasumber berkompetensi untuk mengetahui daftar kecerobohan pemudik bermobil dan menjadi penyebab umum kecelakaan pada ritual tahunan rakyat Indonesia.
Carmall.com - Sudah menjadi rahasia publik, meski arus mudik dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan terus memakan korban jiwa, namun tidak menyurutkan sejumlah besar rakyat Indonesia untuk tetap melakukan ritual tahunan ini. kegembiraan bisa berkumpul dengan sanak keluarga setahun sekali ini seperti menjadi "hukum" wajib yang harus dilakukan.Menyambut momen ini pula, CarMall.com sebagai media yang bermain di rana otomotif terpanggil untuk membantu meningkatkan kewaspadaan Anda sepanjang perjalanan ke kampung halaman. Tanpa bermaksud menakut-nakuti, kami berharap beberapa gambaran kesalahan versi empat narasumber berikut dapat menambah referensi Anda untuk selamat sepanjang perjalanan.
Meski angka kecelakaan dan korban jiwa para pemudik bermobil tidak setinggi pengguna kendaraan roda dua, tapi tentu Anda tidak lupa betapa banyaknya kendaraan yang berbagi ruas jalan yang dilewati. Itu pun belum termasuk populasi masyarakat di sekitar wilayah yang Anda lewati yang biasanya relatif lebih ramai jelang perayaan Lebaran.
Mukiat Sutikno, Vice President Director PT Hyundai Mobil Indonesia
Pria pemegang sabuk Dan II sebuah aliran beladiri ini menjelaskan, umumnya petaka menimpa pemudik bermobil adalah ketika mereka menghiraukan kondisi ban. Banyak yang masih menganggap, ban hanya sebagai partitur pelengkap kendaraan (mobil). Padahal, ban dengan kualitas buruk membahayakan pengemudi dan penumpang, apalagi dalam kondisi peningkatan volume kendaraan saat perjalanan mudik.Saran Mukiat, untuk mengemudi selama lebaran, ada baiknya tekanan ban selalu diperiksa dan dijaga. "Kalau kondisi ban botak, lebih baik langsung diganti karena akan sangat berbahaya. Selain itu lebih baik mengecek terlebih dahulu detail kondisi mobil di bengkel terdekat, agar perjalanan menjadi lancar dan nyaman," ujar Mukiat.
Jusri Pulubuhu, Technical Director Jakarta Defense Driving Clinic (JDDC)
Menurut Founder JDDC ini faktor terbesar yang memicu kecelakaan adalah Human Error. Ia mengatakan, 93% kesalahan manusia mendominasi sebab terjadinya kecelakaan, dan mayoritas sering terjadi di jalan tol atau jalanan yang dianggap bebas hambatan.Pria yang mengaku pernah bergelut di dunia balap mobil ini mengatakan, jalan tol atau jalur alternatif sering disalah artikan sebagai jalur bebas rintangan atau kemacetan. "Justru kontur jalanan seperti ini banyak memakan korban," ujar Jusri.
Seharusnya, lanjut Jusri, banyak peringatan yang wajib diperhatikan oleh pengemudi. Mulai dari sudut kemiringan yang terkadang menurun tajam, bahkan banyaknya tikungan dan tanjakan dadakan harus menjadi peringatan pengendara. Ini disebut Momentum Inersia. "Momentum inersia ini membuat kendaraan yang kondisinya tanpa digas bisa menggelinding, apalagi mereka yang memacu kendaraanya dengan super cepat, pasti susah untuk mengendalikannya," jelasnya lagi.
Selain itu, walaupun fitur mobil sudah mewah dan canggih, serta kondisi cuaca alam yang mumpuni, namun belum bisa dikatakan aman dalam mengemudi. Pengguna jalan harus senantiasa memperhatikan kondisi fisik, pemahaman tentang aturan lalu lintas, pemahaman teknik mengoperasikan mobil.
Untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalan, Jusri menyarankan kepada pengemudi sebaiknya sering mempelajari buku dari produsen mobil, mematuhi peraturan lalu lintas, dan tidak melaju dengan 'gaya gila' di jalanan, serta senantiasa memonitoring performa kendaraan Anda.
Rifat Sungkar, Atlet Motor Sport Indonesia
Pereli kelahiran 22 Oktober 1978 ini mengatakan, faktor utama pemicu selamat tidaknya saat mengemudikan mobil dengan perjalanan jauh adalah attitude. Berkendara mobil dengan gaya terlalu agresif bisa menjadi malapetaka bagi pengemudi, penumpang, bahkan pengendara mobil lain. "Mobil canggih dan baru belum tentu menentukan keselamatan berkendara loh!" celoteh Rifat Sungkar.Duta Safety Driving Indonesia oleh FIA dan UNESCO ini menegaskan, pengemudi dituntut lebih menghargai pengguna jalan lain. Ruas jalan dan lalu lintas selalu memiliki fase dan ritme. Memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi maupun kecepatan kalem, bukan cara 'sehat' dalam berkendara. Keduanya bisa mengggangu ritme berkendara pengemudi lain.
Moch. Ircham, Ketua Klub Daihatsu Classic Winner Indonesia (Cwindo)
Faktor utama yang menyebabkan pengemudi mobil melakukan tindakan berbahaya saat mengemudi adalah kelelahan. Memaksakan perjalanan yang jauh dengan kondisi lelah tentu membuat orang stress, belum lagi kondisi jalan macet, makin membuat pengemudi emosi.
"Faktor lainnya, mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi tanpa mengetahui medan yang ada, juga menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas ketika perjalanan jauh," kata Ircham.
Wawancara Eksklusif Kelebihan All New Honda Accord
Setelah prosesi peluncuran All New Honda Accord di Jakarta, CarMall.com berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan 2 sosok penting di balik kelahiran generasi kesembilan mid-size sedan dari Ho...
30 Apr 2013 | Teks: Derry, Foto: Setyo Adi Nugroho | Features
30 Apr 2013 | Teks: Derry, Foto: Setyo Adi Nugroho | Features
![]()
Pembuktian Kaca Film O2 Ramah Kesehatan
Pihak PT. Makko Raya Cemerlang mendemonstrasikan di hadapan media, jika kaca film O2 ramah lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan. Bagaimana caranya?
08 Mar 2013 | Dhika | Features
08 Mar 2013 | Dhika | Features
![]()
Suzuki Ertiga dan All New Honda CR-V Paling Populer
Siapakah 2 Pemenang dari 28 finalis yang berpartisipasi di ajang CarMall Car Buyers Guide 2012 - 2013 - Viewers Pick? Simak review-nya berikut.
20 Feb 2013 | Teks: Derry, Foto: Dokumentasi | Features
20 Feb 2013 | Teks: Derry, Foto: Dokumentasi | Features


















