![]()
20 Jan 2011 | Reproduksi dengan izin sgCarMart.com | Kategori: Tips Lain-lain
Seketika saya menginjak rem untuk menghindari tabrakan karena tiba-tiba Honda Civic Hijau baru saja memotong jalur tanpa memberikan tanda, "pasti yang pengemudinya wanita," ungkap pria yang sempat terkejut....
Carmall.com -
Seketika saya menginjak rem untuk menghindari tabrakan karena tiba-tiba Honda Civic Hijau baru saja memotong jalur tanpa memberikan tanda, "pasti yang pengemudinya wanita," ungkap pria yang sempat terkejut.
Yup, mungkin anda pernah mengalami hal serupa. Mulai dari tidak bisa parkir, berkendara di jalur paling kanan di tol dengan kecepatan 60 km/jam, tidak bisa membedakan kiri-kanan, sering melakukan aktifitas saat mengemudi. Ini merupakan sebagian gambaran khas pengemudi perempuan yang sering dianggap remeh orang. Tapi apakah seperti itu kenyataannya?
Dari survey yang dilakukan menunjukkan 5 dari 10 pengguna mobil, menilai perempuan adalah pengemudi yang buruk. Dan sisanya mengatakan tidak sependapat. Menarik jumlah perbandingan itu seimbang.
Dari kesemua itu yang paling sering wanita dinilai mengemudi terlalu pelan, ceroboh dan responnya juga lambat. "Wanita suka ragu jika ingin berpindah jalur," kata Shawn 25 tahun. "bila terlalu lambat di jalan, akan menggangu kenyamanan pengguna lain. Disamping itu wanita dinilai tidak banyak tahu arah jalan dan tidak bisa memperkirakan jarak, itu bedanya dengan pengemudi pria.
Hasil survey tersebut juga diperkuat dengan penelitian ilmiah. Hasil studi yang dilakukan Ilmuwan dari universitas of Giessen, Jerman, menunjukkan, perempuan memperoleh nilai rendah dalam ketrampilan tata ruang dibandingkan dengan pria. Hal ini mungkin disebabkan kurang testosteron dalam rahim. Kemampuan tersebut teramsuk dalam menilai ruang dan jarak, keahlian penting untuk mengemudi.
Tapi bila melihat data statistik yang dihimpun US Department Of Transportation's Fatality Analys Reporting Syatem, pengemudi wanita yang mengalami kecelakaan lebih sedikit ketimbang pria. Bahkan bila memperhatikan pengalaman jarak mengemudi (yang lebih panjang pria jika dibandingkan perempuan pada umumnya).
![]() |
Seketika saya menginjak rem untuk menghindari tabrakan karena tiba-tiba Honda Civic Hijau baru saja memotong jalur tanpa memberikan tanda, "pasti yang pengemudinya wanita," ungkap pria yang sempat terkejut.
Yup, mungkin anda pernah mengalami hal serupa. Mulai dari tidak bisa parkir, berkendara di jalur paling kanan di tol dengan kecepatan 60 km/jam, tidak bisa membedakan kiri-kanan, sering melakukan aktifitas saat mengemudi. Ini merupakan sebagian gambaran khas pengemudi perempuan yang sering dianggap remeh orang. Tapi apakah seperti itu kenyataannya?
Dari survey yang dilakukan menunjukkan 5 dari 10 pengguna mobil, menilai perempuan adalah pengemudi yang buruk. Dan sisanya mengatakan tidak sependapat. Menarik jumlah perbandingan itu seimbang.
Dari kesemua itu yang paling sering wanita dinilai mengemudi terlalu pelan, ceroboh dan responnya juga lambat. "Wanita suka ragu jika ingin berpindah jalur," kata Shawn 25 tahun. "bila terlalu lambat di jalan, akan menggangu kenyamanan pengguna lain. Disamping itu wanita dinilai tidak banyak tahu arah jalan dan tidak bisa memperkirakan jarak, itu bedanya dengan pengemudi pria.
Hasil survey tersebut juga diperkuat dengan penelitian ilmiah. Hasil studi yang dilakukan Ilmuwan dari universitas of Giessen, Jerman, menunjukkan, perempuan memperoleh nilai rendah dalam ketrampilan tata ruang dibandingkan dengan pria. Hal ini mungkin disebabkan kurang testosteron dalam rahim. Kemampuan tersebut teramsuk dalam menilai ruang dan jarak, keahlian penting untuk mengemudi.
Tapi bila melihat data statistik yang dihimpun US Department Of Transportation's Fatality Analys Reporting Syatem, pengemudi wanita yang mengalami kecelakaan lebih sedikit ketimbang pria. Bahkan bila memperhatikan pengalaman jarak mengemudi (yang lebih panjang pria jika dibandingkan perempuan pada umumnya).
Hal ini disebabkan pria lebih agresif, berani ambil resiko dan tidak sabar. Data penelitian University of Hawaii menunjukkan laki-laki lebih berani mengemudi dengan kecepatan maksimum sembari berpndah jalur tanpa memberikan tanda sementara kaum wanita tidak demikian. Bisa juga karena sering memotong jalur mobil lainnya secara mendadak dan terjadi tabrakan. Mengemudi di bawah pengaruh alkohol juga salah satu faktornya. Misalnya pada 2003, 27% kecelakaan fatal terjadi karena pria mengemudi di bawah pengaruh minuman keras. Sedangkan, perempuan yang melakukan hal sama hanya 12,5%.
Bahkan Shawn mengakui bahwa "banyak juga pria yang mengemudi tidak sesuai aturan, biasanya mereka tidak peduli." Anggapan, pengemudi pria lebih baik itulah seringkali menyebabkab mereka jadi terlalu ugal-ugalan dijalan. Ironisnya tidak demikian adanya.
"dan saya pikir itu hanya steroetip," tambah Delphi, 22 thn sembari mengatakan teman-teman disekelilingnya merupakan pengemudi yang patuh.
Pada akhirnya, terlalu sulit untuk mengatakan mana yang benar dan salah. Intinya, Pria dan wanita memiliki keahlian yang berbeda dan mencirikan kepribadian si pengemudi ketika di jalan. "Bagi Saya pengemudi yang baik adalah ibu saya sendiri," tutup Jiaxiang 24 thn.
![]() |
Bahkan Shawn mengakui bahwa "banyak juga pria yang mengemudi tidak sesuai aturan, biasanya mereka tidak peduli." Anggapan, pengemudi pria lebih baik itulah seringkali menyebabkab mereka jadi terlalu ugal-ugalan dijalan. Ironisnya tidak demikian adanya.
"dan saya pikir itu hanya steroetip," tambah Delphi, 22 thn sembari mengatakan teman-teman disekelilingnya merupakan pengemudi yang patuh.
Pada akhirnya, terlalu sulit untuk mengatakan mana yang benar dan salah. Intinya, Pria dan wanita memiliki keahlian yang berbeda dan mencirikan kepribadian si pengemudi ketika di jalan. "Bagi Saya pengemudi yang baik adalah ibu saya sendiri," tutup Jiaxiang 24 thn.
















