![]()
26 Jul 2012 | Berita Lokal : Indonesia |
Meski banyak pro dan kontra akan kehadiran mobil ini, Namun Si Menteri nyentrik ini tetap yakin mobilnya bisa diterima oleh pasar nasional.
Carmall.com - Dahlan Iskan Menteri Negara BUMN RI makin percaya diri memperkenalkan mobil listriknya di khalayak umum dengan melakukan beberapa kali uji coba di jalanan Ibu Kota. Bagi Menteri nyentrik ini, mobil listrik akan menjadi masa depan Indonesia. Bahkan, jika infrastruktur telah siap, Ia memastikan tahun depan mobil listrik ini dapat diproduksi massal sebanyak 5.000 unit per tahun. "Saat ini kami masih fokus pada kualitas kendaraan. Harapan saya Agustus nanti semuanya sudah beres, selanjutnya kita akan bahas berapa harga yang akan dilepas," kata Iskan seperti yang dilansir The Wall Street Journal, Selasa (24/7).
Berbicara jauh soal mobil listrik ini, sepenuhnya Dahlan Iskan menyerahkan kepada Dasep Ahmadi. Ahmadi adalah tuner dan ahli mesin otomotif lulusan Teknik Mesin ITB yang memperdalam ilmunya di Jerman dan Jepang.
Ahmadi menganggap tawaran membangun mobil listrik sebagai tantangan tersendiri untuk menciptakan kendaraan unik dan menarik di tengah-tengah dominasi mobil keluaran Jepang di Indonesia.
Ahmadi mengatakan, si green hybrid itu menggunakan tegangan listrik 20-KwH dan baterai lithium ion yang diimpor dari Amerika Serikat. Dengan spek tersebut, mobil ini mampu berjalan sejauh 130 km atau sekitar 4-5 jam.
Uji coba pertama mobil listrik berkelir hijau ini mengalami masalah. Ternyata setelah dilakukan pengecekan, ada sambungan kabel menuju accu yang tidak nyambung. " Tidak nyambungnya itu tidak gampang dilihat karena connecting-nya di dalam box kecil," ujar Dahlan seperti kutipan pada blog pribadinya.
Uji kedua pun dimulai pada Selasa (17/7) lalu, dan masih alami kendala. Pengaturan gear-nya kurang tepat, RPM-nya terlalu besar. Ibarat mobil biasa yang menanjak dengan gigi 5. Persoalan tanjakan ini tentu lebih serius daripada persoalan mogok di hari pertama.
Namun, Dahlan tak mau pusing, karena ia memiliki tuner ahli di bidangnya. "Memang kami sempat mendorongnya saat mobil melewati tanjakan, tapi setelah itu mobil meluncur dengan gesit. Kecepatan 60 hingga 100 km/jam pun dilalui tanpa problem meski hujan turun," katanya.
Dan pada masa uji coba ke tiga, empat, dan lima, mobil listrik ini mulus tanpa ada hambatan. Tentu saja hal itu membuat Dahlan Iskan semakin optimis kendaraan ini bisa diterima pasar nasional. Rencananya Dahlan akan menunjuk PT Pindad sebagai pabrikan mobil listrik tersebut. Dahlan juga menggandeng PT Pertamina untuk membangun tempat isi dan pompa gas.
Hasil kerja keras dari siswa SMK di Solo tentunya menjadi acuan dan memicu orang lain untuk memajukan produk otomotif buatan lokal. Mobil yang dikenal dengan merek Esemka ini banyak dipuji pejabat-pejabat Indonesia termasuk Joko Widodo, Walikota Solo yang kini tengah sibuk maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta. Mobil ini diklaim sebagai bukti kecerdasan masyarakat Indonesia, walaupun mengundang pro dan kontra karena sebagian bodi SUV itu didatangkan dari Jepang.
Kontra yang dilemparkan antara lain datang dari analis dan pabrikan serta distributor mobil. Mereka menganggap kendaraan listrik tidak cocok dipasarkan di Tanah Air karena harganya yang tak murah. Misalnya, mobil listrik mengandalkan baterai besar yang harus diimpor, dan ini membutuhkan biaya banyak.
"Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memproduksi hybrid secara massal. Banyak komponen yang harus diimpor. Memang ini lebih ramah lingkungan, tapi tidak akan seimbang dengan biaya produksinya yang cukup besar," tutur Prawoto, Ahli Transportasi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Namun, Dahlan Is Dahlan. Apapun kontroversi yang terjadi di luar, dia tak mau anggap sebagai masalah besar. Populasi Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa dengan situasi ekonomi kelas menengah yang kian tumbuh pesat, menjadikan Indonesia sebagai pasar kesayangan produsen mobil di dunia. Penjualan mobil domestik naik 45% pada Juni lalu yaitu mencapai angka 101.743 unit kendaraan. Fakta-fakta itulah yang membuat Dahlan Iskan optimis. (Putri)
Hankook dan DTM Perpanjang Kerja Sama Pasokan Ban Resmi Lebih Awal
Hankook tetap menjadi pemasok ban resmi untuk DTM. Seri balap mobil touring terkemuka di Eropa ini akan bergantung kepada teknologi ban superior yang dimiliki Hankook untuk jangka waktu 3 tahun ke dep...
21 May 2013 | Berita Lokal | Berita Mobil Lainnya
21 May 2013 | Berita Lokal | Berita Mobil Lainnya
![]()
Dengan Ecopia EP150 Bisa Menghemat Bahan Bakar Rp 735.000 per Tahun
Ban Ecopia EP150 ini dikatakan mampu menghemat konsumsi bahan bakar sebesar 3% atau sebesar Rp 735.000 per tahun.
15 May 2013 | Berita Lokal | Berita Mobil Lainnya
15 May 2013 | Berita Lokal | Berita Mobil Lainnya
![]()
Bridgestone Luncurkan Ban yang Ramah Lingkungan
PT. Bridgestone Tire Indonesia baru saja meluncurkan varian ban terbarunya, Ecopia EP150. Ban ini diklaim mampu membuat konsumsi bahan bakar kendaraan lebih hemat.
15 May 2013 | Berita Lokal | Berita Mobil Lainnya
15 May 2013 | Berita Lokal | Berita Mobil Lainnya














