Dibaca : 2,677 kali | Ukuran Teks ( A A A )
  • Email

24 Nov 2011 | Teks oleh Ary Dwinoviansyah

Penelitian yang dilakukan HLDI menyatakan mobil hybrid lebih aman saat tabrakan. Namun, berbahaya bagi pejalan kaki.

Carmall.com - Pecinta mobil hybrid sepertinya akan memiliki alasan tambahan untuk bisa memilih kendaraan jenis ini. Pasalnya, sebuah lembaga bernama Highway Loss Data Institute (HLDI) telah mengumumkan kendaraan jenis hybrid memiliki tingkat keamanan lebih tinggi 25% daripada versi konvensional (mesin saja). Dengan begitu, selain hemat bahan bakar dan emisi gas buang yang rendah, mobil hybrid juga cukup aman untuk mengurangi resiko cidera bagi pengemudi atau penumpang.

Bobot tubuh menjadi faktor utama dalam pengujian yang dilakukan HLDI. Maat Moore, Vice President HLDI mengatakan mobil hybrid memiliki bobot 10% lebih berat daripada mobil konvensional. "Peningkatan tersebut memberikan keuntungan bagi mobil hybrid saat melakukan tabrakan," tambah Moore.

Penelitian yang dilakukan oleh HLDI ini melibatkan dan membandingkan 25 mobil yang tersedia dalam dua jenis, yaitu hybrid dan konvensional produksi tahun 2003 hingga 2011. Beberapa diantaranya adalah sedan midsize Honda Accord hybrid memiliki bobot sebesar 3.600 pound, lebih berat sekitar 480 pound dibanding honda Accord versi konvensional. Begitu juga dengan varian SUV dari Toyota, Highlander hybrid yang memiliki bobot 4.500 pound. Model tersebut nyatanya lebih berat dari Highlander bermesin 2.700 cc yang hanya berbobot 4.170 pound.

Kelebihan berat badan yang dimiliki mobil hybrid tak lain karena kendaraan jenis ini menyematkan dua sistem pembangkit tenaga, yaitu mesin dan motor elektrik. Satu paket baterai sebagai penggerak motor elektrik yang terpasang, menjadikan kendaraan tersebut lebih berat dari model konvensionalnya.

Bahaya bagi pejalan kaki

Walaupun terbilang aman untuk pengemudi, mobil hybrid nyatanya masih memiliki efek negatif, terutama bagi pejalan kaki. Saat mobil hybrid berjalan menggunakan motor listrik yang mendapatkan suplai tenaga dari baterai, mobil ini cenderung sangat sunyi. Bahkan ada sebuah studi menyatakan mobil hybrid memiliki 20% kemungkinan menabrak pejalan kaki dibanding varian konvensional.

"Ketika hybrid beroperasi dengan mode listrik, pejalan kaki tidak dapat mendengar mereka mendekat," kata Moore.

Sebenarnya gejala ini sudah diprediksi sejak awal kemunculan mobil-mobil hybrid. Untuk itu, mulai tahun ini Kongres Amerika memberikan waktu tiga tahun kepada Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) untuk mengatasi masalah ini.

Salah satu caranya adalah dengan membuat persyaratan agar setiap mobil hybrid dilengkapi dengan perangkat penghasil suara yang dapat memperingatkan pejalan kaki, sebagai pengganti suara mesin. perangkat tersebut sebenarnya sudah ada pada Toyota Prius generasi ketiga produksi 2010. Begitu juga dengan Nissan Leaf, meskipun tidak termasuk dalam penelitian yang dilakukan oleh HLDI. Kendaraan ini juga sudah dilengkapi dengan sensor suara yang dirancang untuk memberi tahu pejalan kaki pada jarak dan kecepatan tertentu. (ary dwinoviansyah)

Wawancara Eksklusif Kelebihan All New Honda Accord

Wawancara Eksklusif Kelebihan All New Honda Accord
Setelah prosesi peluncuran All New Honda Accord di Jakarta, CarMall.com berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan 2 sosok penting di balik kelahiran generasi kesembilan mid-size sedan dari Ho...
30 Apr 2013 | Teks: Derry, Foto: Setyo Adi Nugroho | Features

Pembuktian Kaca Film O2 Ramah Kesehatan

Pembuktian Kaca Film O2 Ramah Kesehatan
Pihak PT. Makko Raya Cemerlang mendemonstrasikan di hadapan media, jika kaca film O2 ramah lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan. Bagaimana caranya?
08 Mar 2013 | Dhika | Features

Suzuki Ertiga dan All New Honda CR-V Paling Populer

Suzuki Ertiga dan All New Honda CR-V Paling Populer
Siapakah 2 Pemenang dari 28 finalis yang berpartisipasi di ajang CarMall Car Buyers Guide 2012 - 2013 - Viewers Pick? Simak review-nya berikut.
20 Feb 2013 | Teks: Derry, Foto: Dokumentasi | Features